Bagian dalam masjid yang lantainya masih berupa tanah |
"Kami memang menjaga keaslian bentuk Masjid Bayan Beleq, dinding-dindingnya terbuat dari bambu dan kayu. Lantainya juga masih tanah," ujar Raden.
Beberapa makam yang ada di sekitar Masjid Bayan Beleq |
"Itu artinya menunjukan Tuhan yang satu," ungkap Raden.
Belum hilang decak kagum kami, Raden mengeluarkan pernyataan yang membuat rombongan mengerenyitkan dahi. Menurutnya, Masjid Bayan Beleq merupakan satu-satunya masjid di Lombok kala itu. Sehingga, tidak semua orang bisa salat di sini.
Oleh sebab itu itu, hanya pemuka-pemuka agama dari perwakilan tiap daerah Lombok yang bisa salat di sini. Masyarakat biasa tidak diizinkan untuk salat di sini dan peraturan itu masih berlaku hingga kini. Raden pun kembali menjelaskan dan meluruskan setiap perkataannya.
"Jadi saat itu, hanya masjid ini saja yang ada di Lombok. Akhirnya, dipilihlah kesepakatan kalau yang boleh salat di sini hanya pemuka-pemuka agama saja. Itu agar tidak menimbulkan kecemburuan," papar Raden.
Masjid Bayan Beleq sudah menjadi cagar budaya yang ditetapkan sejak tahun 1993. Wisatawan pun bisa datang ke masjidnya, untuk melihat sejarah perkembangan Islam dan mengenal ajaran Islam Watu Telu yang ada di sini.
"Di sekitar masjid, ada 6 makam besar yang merupakan pemuka-pemuka agama terdahulu di Lombok. Ini masjid yang paling bersejarah yang ada di Lombok," tutup Raden.
sumber | iniunic.blogspot.com | http://travel.detik.com/read/2013/07/16/071450/2303721/1383/tak-sembarang-orang-bisa-salat-di-masjid-tertua-di-lombok?991104topnews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar