Kita mulai gan motivasinya
Ketika umroh (alhamdulillah mendapat penghargaan dari perusahaan) berdo’a agar dijadikan oleh Allah sebagai bagian dari orang-orang penghafal Al Qur’an.
Menanamkan dalam diri untuk tidak mengingkari nikmat Allah yang telah begitu banyak Allah berikan.
Berazam untuk tidak kembali kepada kemaksiyatan (menghambur-hambur waktu,suka marah kepada istri, dll).
Saya harus hafal Al Qur’an sebelum usia 40 th.
Metoda yang dipakai oleh beliau dalam menghafal Al Qur’an antara lain sebagai berikut:
Kegiatan menghafal didahului dengan belajar tahsin (membaguskan bacaan Al Qur’an)
Atur kembali ”jadwal hidup”, bangun jam 12 malam, manfaatkan waktu sampai shubuh untuk menghafal yang baru dan mengulang hafalan.
Alokasi waktu yang paling mudah dikurangi adalah waktu tidur, resikonya bulan-bulan pertama bakal ngantuk sebagai tantangan utama, namun selanjutnya akan teratasi.
Memanfaatkan ”waktu-waktu tunggu” untuk menghafal dan mengulang hafalan, antara lain: Menunggu rapat dimulai, Menunggu lampu hijau menyala,Saat-saat macet, ”Waktu break”, daripada ngobrol nggak jelas, lebih baik untuk menghafal.
Beristiqomahlah dalam menghafal dengan cara: Selama menghafal perbanyak beramal sholeh, menjaga sedemikian rupa sehingga sholat fardhu tidak terlambat, meski hanya terlambat takbiratul ihram.ane suka yang ini gan
Menambah ibadah sunah (sholat tahajud, sholat rawatib shoum sunah),Menjaga perut karena sangat rawan dan berpengaruh terhadap penyakit ”ngantuk”.
Sensitif terhadap makanan yang halal, selalu memperhatikan label halal terhadap makanan kemasan.
Menambah infaq.
Banyak berdo’a agar dimudahkan oleh Allah, karena senjata pamungkas muslimin adalah do’a.
Kalo ini tips dari ustadz Abdul Azis Abdur Rauf, Lc (al hafidz) tapi ngga semua ane tulis di sini
Jangan merasa cukup dengan apa yang sudah kita lakukan. ”ah, tadi pagi kan sudah membaca Al Qur’an, sekarang tidak perlu”. ”ah, kemarin kan sudah,sekarang tidak usah” harus dihilangkan.
Berusahalah untuk merasakan kenikmatan dan mendambakan kenikmatan berlama-lama berinteraksi dengan Al Qur’an
Benchmark: rokok saja (yang jelas-jelas tidak ada gunanya bahkan haram menurut fatwa MUI) bisa membuat orang ”sangat akrab”, masa tidak bisa akrab dengan Al Qur’an
Perbanyak tilawah Qur’an dengan belajar dari best practice: Abu Hanifah sepanjang hayatnya mengkhatamkan Al Qur’an 7000 x (anggap saja umurnya 70th, sehingga kurang lebih sepekan khatam 2 kali)
Tinggalkan logika manusia (terlalu banyak yg dihafal, sibuk, sudah tua,dll) yang bisa menghambat semangat menghafal Al Qur’an yang ini ajib gan
Jangan jadikan usia sebagai kendala, banyak sudah contoh saudara kita yang berhasil menjadi penghafal Al Qur’an dalam usia yang sudah lanjut
Targetkan ”Al Fatihahkan” semua surat dalam Al Qur’an (hafal betul seperti menghafal Al Fatihah)
Tetapkan target, misal ”sebelum usia 40 th, saya harus sudah menghafal Al Qur’an). Target yg paling baik adalah ”sebelum tutup usia, saya harus sudah selesai menghafal Al Qur’an”, karena usia manusia tidak ada yang tahu, sehingga kita akan semangat setiap saat untuk menghafal.
Ane tambahin dikit dah reperensu buku yg di pake buat ngapal
terakhir do'a dari ane gan ”Semoga kita semua ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari para penghafal Al Qur’an”
sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/519306c5be29a0275500000b/motivasi-menghafal-al-quran-dari-seorang-manajer-pt-telko-muslim-masuk/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar