Senin, 15 Juli 2013

ISI PESAN : Gara-gara SMS, Lima ABG Ini Bunuh Siswi SMP


ilustrasi


TEMPO.CO, Sleman - Kepolisian Resor Sleman menangkap remaja ABG--anak baru gede--pembunuh seorang siswi sekolah menengah pertama. Pembunuhan pada Ahad malam, 7 Juli 2013, itu terjadi di halaman Taman Kanak-kanak Tunas Wisata Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman. Mayat ditemukan pada keesokan harinya pada pukul 07.50 WIB. Korban tewas dengan tubuh penuh luka dan remuk pada bagian kepala akibat dihantam cor beton.

"Lima orang kami tangkap, tiga sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan," kata Ajun Komisaris Heru Muslimin, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sleman, Selasa, 9 Juli 2013.

Para tersangka pembunuh Nanda Amalia Setyowati, 15 tahun, siswi SMP 3 Depok, Sleman, itu adalah DG, 14 tahun, siswa kelas III madrasah tsanawiyah; SS (15), siswa kelas I sekolah menengah kejuruan; dan YS (17), siswa kelas II sekolah menengah atas. Mereka adalah warga Papringan, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Dua ABG lain, AY, 13 tahun, siswa kelas II sekolah menengah pertama, dan EP, 13 tahun, siswi kelas III sekolah menengah pertama, dijadikan saksi karena ada di lokasi saat terjadi pembunuhan. Mereka adalah warga Gowok, Caturtunggal, Sleman.

Heru menambahkan, pelaku dan korban berkenalan sejak dua bulan lalu. Pembunuhan diduga sudah direncanakan oleh para pelaku. Itu dilihat dari barang bukti pisau yang telah disiapkan oleh tersangka YS. Para tersangka juga didampingi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di Kepolisian.

Mereka dijerat Pasal 338 jo 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Dari keterangan pelaku, pembunuhan dilatarbelakangi karena tersinggung. Pemicunya karena pesan pendek bernada hinaan yang dikirimkan pada Sabtu malam, 6 Juli 2013, oleh korban Nanda Amalia kepada EP, yang merupakan pacar YS.

Seusai membaca SMS (pesan pendek) itu, emosi YS muncul dan ingin mengklarifikasi kepada korban. Ketiga tersangka berkumpul di rumah SS dan berencana untuk memberi pelajaran kepada korban. Tersangka DG kemudian meminta EP menghubungi korban lalu janjian.

Mereka sepakat bertemu pada Ahad lalu pukul 21.00 di Taman Kanak-kanak Tunas Wisata Ambarrukmo. Korban yang tercatat sebagai siswi kelas 3 SMP 3 Depok itu datang bersama EP. Lalu muncul para tersangka dan saksi AS.

Saat sedang berbincang di pintu gerbang, tiba-tiba dari belakang kepala korban dipukul menggunakan cor beton oleh tersangka YS. Nanda lalu tersungkur dan hendak berteriak, namun YS sudah terlebih dulu membekap mulutnya.

Tersangka DG melihat pisau yang dibawa YS jatuh. Lalu diambil dan digunakannya untuk menusuk tubuh korban.

Setelah Nanda tidak sadar, para pelaku menyeret tubuhnya dari gerbang ke dalam kompleks bangunan sekolah. Di pojok gedung, kepala korban kembali dipukul dengan cor beton. Setelah korban dipastikan tak bernyawa, mereka lalu meninggalkan lokasi. "Untuk menghilangkan jejak, motor korban dibawa salah satu pelaku," kata Heru.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Sleman, Ajun Komisaris Besar Heri Sutrisman, pembunuhan diduga sudah direncanakan sebelumnya oleh para tersangka. "Dengan membawa senjata tajam, ada indikasi sudah direncanakan," kata dia.


Spoilerfor isi pesan korban................:

h4lLo!!
3M4n6 s1tu oke?
keNCin6 4j4 mas1h b3N6k0k m4U c0B4-c0b4 b3L46u...


sumber | iniunic.blogspot.com | http://www.kaskus.co.id/thread/51e3babdbe29a0303e000007/isi-pesan--gara-gara-sms-lima-abg-ini-bunuh-siswi-smp/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar